Komunitas Mobil Sport Arogan

Komunitas Mobil Sport Arogan

Komunitas Mobil Sport Arogan – Siapa sih yang tak merasa senang dan bangga jika memiliki mobil sport yang mahal dan juga mempunyai kualitas yang bagus.

Tentunya dengan hal tersebut menjadikan para pemilik mobil sport yang sering kali mendapatkan stigma sebagai pengemudi yang arogan.

Baca juga: INI DIA FAKTA BUGATTI DIVO YANG MASIH BANYAK DIKETAHUI

Sebab Komunitas Mobil Sport Arogan, mereka sering memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Bagaimana tidak? Harga mobil yang di miliki pun mencapai ratusan bahkan miliaran rupiah.

Mobil sport memang diciptakan dengan performa mesin yang besar sehingga akan sangat disayangkan jika tidak bisa mengeksplorasi kemampuan dapur pacu mobil sport yang telah dibeli.

Stigma tersebut tidak dibenarkan oleh salah satu komunitas mobil sport yaitu Porsche Club Indonesia. Mereka mengklaim, komunitas ini berorientasikan keluarga.

“Mobil Porsche didesain untuk bisa digunakan bersama keluarga, oleh karena itu kami juga setiap ada event atau gathering maka kami juga mengajak istri dan anak seperti acara ini,” ujar Vice President Porsche Club Indonesia, William Lee yang ditemui bersama keluarga pada perayaan ulang tahun PCI ketujuh.

Selain melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hobi otomotif seperti melaju di lintasan balap atau mengadakan event hiburan, PCI juga rutin mengadakan kegiatan amal. Salah satunya ketika perhelatan GIIAS 2018, PCI mengajak anak-anak yatim piatu untuk merasakan sensasi berkendara di dalam mobil Porsche.

Para anggota komunitas Porsche juga memiliki kesempatan untuk mengikuti kursus mengemudi agar mampu mengendalikan mobil kesayangan mereka dengan performa terbaik.

“Kami tidak ingin anggota kami ugal-ugalan di jalanan tanpa memiliki kemampuan mengemudi yang cukup untuk melakukannya,” tambah William.

Gambar Gravatar
Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.