Otonesia

Jokowi-Bakal-Kejar-Toyota-Sampai-Jepang

Jokowi Bakal Kejar Toyota Sampai Jepang

Jokowi Bakal Kejar Toyota Sampai Jepang – Ternyata sumbahsih kendaraan roda empat dari Toyota Indonesia ke perekonomian diapresiasi oleh Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo.

Dengan hasil positif itu, Jokowi masih belum merasa puas, bahkan ia juga mengaku bakal terus mengejar Toyota sampai menuju ke negeri Sakura, Jepang agar menggelontorkan investasi ke Indonesia.

Baca juga: Penyebab Oli Mesin Mobil Cepat Habis Dan Berkurang

“Tiga tahun lalu saya bertemu dengan Mr Toyoda (bos besar Toyota), dia mengatakan bakal meningkatkan investasi di Indonesia. Berdasarkan laporan dari TMMIN dalam 2,5 tahun investasinya mencapai Rp 22,7 triliun.

Ini jumlah yang besar dan saya akan terus kejar,” kata Jokowi di seremoni 30 tahun ekspor mobil Toyota rakitan Indonesia yang melebihi 1 juta unit di IPC Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

“Ya, saya akan kejar terus sampai Jepang,” tambahnya dan disambut tepuk tangan meriah oleh para undangan.

Di kesempatan yang sama, Jokowi juga mengatakan ada dua hal yang bisa mendorong perekonomian Indonesia. Yakni ekspor dan investasi.

“Ekspor dan investasi adalah kunci utama memperkuat ekonomi, kalau tidak jangan harap bisa keluar dari permasalahan ekonomi,” kata Jokowi.

Toyota Indonesia sendiri telah mengekspor berbagai produk otomotif mulai dari kendaraan utuh (Complete Built-Up atau CBU). Kendaraan terurai (Complete Knock Down atau CKD), mesin utuh tipe TR dan NR, komponen kendaraan hingga alat bantu produksi.

Toyota Indonesia sudah melakukan kegiatan ekspor sejak 1987 melalui Kijang generasi ketiga atau Kijang Super ke Brunei Darussalam. Disusul Avanza dan Innova pada tahun 2004 ke kawasan Asia lainnya.

Hingga kini ada 9 model mobil Toyota yang mengapal sampai Amerika Latin dan Timur Tengah yaitu Toyota Fortuner, Kijang Innova, Avanza, Vios, Yaris, Sienta, Rush, Agya, dan Townace/Townlite.

Secara kumulatif Toyota Fortuner merupakan model paling laris di ekspor yang mencapai angka 410.000 unit atau sekitar 30% dari total ekspor CBU.

Berbicara tingkat kandungan dalam negeri pada produk mobil Toyota, saat ini mencapai 75 persen hingga 94 persen.

Menandakan bahwa hanya sebagian kecil dari komponen kendaraan bermerek Toyota yang menggunakan material impor. Serta setiap mobil ada keikut sertaan pelaku komponen lokal.

Begini Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Begini Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Begini Cara Mengganti Ban Mobil Bocor – Untuk orang yang baru pandai mengemudi mobil, tentu banyak hal yang harus dipelajari demi kenyamanan saat perjalanan.

Salah satunya adalah tentang bagaimana cara mengganti ban mobil sendiri. Hal ini sangat penting jika tiba-tiba ban kempes atau bocor saat di perjalanan.

Untuk itu, berikut ini adalah beberapa langkah-langkah tentang cara melepas ban mobil dan cara memasangnya kembali dengan benar.

Baca juga: Penyebab Oli Mesin Mobil Cepat Habis Dan Berkurang

Berikut beberapa untuk mengganti ban mobil anda yang benar:

1. Persiapkan peralatan yang dibutuhkan

Alat-alat utama yang dibutuhkan untuk mengganti ban mobil yaitu mulai dari dongkrak, kunci roda, dan ban serep. Pada umumnya, setiap mobil sudah disediakan dongkrak dan kunci roda pada bagian bagasi mobil. Anda hanya perlu memastikan bahwa peralatan ini selalu ada di mobil anda, dan pastikan juga bahwa ban serep mobil anda selalu dalam kondisi prima.

2. Longgarkan baut ban

Langkah pertama yaitu longgarkan baut ban mobil anda. Cara untuk melonggarkan baut dengan mudah adalah dengan melonggarkan baut yang saling berseberangan. Ulangi cara ini hingga semua baut longgar. Namun, pada tahap ini cukup longgarkan saja baut. dan pastikan baut tidak terlepas dari ban.

3. Pasang dongkrak mobil

Langkah kedua, yaitu masukan dongkrak pada bagian kolong mobil. Kemudian pasangkan dongkrak pada bagian besi yang terletak di samping ban mobil. Setelah itu mulai pompa dongkrak dengan menaik turunkan tuas pengungkit, sehingga dongkrak pun akan mendorong mobil naik. Sebelum memompa dongkrak, pastikan bahwa dongkrak dalam keadaan lurus pada besi yang menjadi tumpuan. Jika dongkrak terlihat miring ketika hendak

4. Longgarkan baut ban secara keseluruhan

Langkah ketiga yaitu longgarkan baut ban secara keseluruhan. Namun, pastikan bahwa mobil anda sudah betul-betul dalam kondisi terangkat, sehingga memudahkan anda untuk mengeluarkan ban dari tempatnya.

5. Pasang ban serep

Langkah keempat anda hanya perlu memasang ban serep mobil anda. Namun, pastikan bahwa anda memasang ban serep pada posisi yang benar. Jika anda merasa kesulitan untuk memasukkan ban serep mobil anda, cobalah untuk menggoyangkan ban ke kiri dan ke kanan, agar ban dapat dengan mudah masuk ke tempatnya.

6. Kencangkan baut dan turunkan dongkrak

Langkah terakhir yaitu anda hanya perlu memasang kemudian mengencangkan seluruh baut ban mobil. Pastikan anda sudah memasang baut mobil anda dengan kencang. Setelah selesai mengencangkan baut, anda hanya perlu menurunkan dongkrak secara perlahan. Sebelum mengeluarkan dongkrak dari kolong mobil anda, pastikan bahwa mobil anda sudah betul-betul dalam kondisi yang benar.

Faktor Penyebab Ban Mobil Pecah Saat Dijalan

Faktor Penyebab Ban Mobil Pecah Saat Dijalan

Faktor Penyebab Ban Mobil Pecah Saat Dijalan – Ban mobil pecah sangat berbahaya tertutama pada kecepatan tinggi karena mobil akan kehilangan keseimbangan dan menabrak mobil lain.

Banyak kasus ban pecah lantas kecelakaan fatal terjadi. Nah bagaimana meminimalisir terjadinya ban pecah saat digunakan? perawatan dan kontrol pada kondisi ban mobil menjadi keputusan yang menentukan apakah ban mampu melewati sebuah perjalanan.

Baca juga: Ini Dia Penyebab Mobil Tak Bisa Distarter

Ban pecah bisa terjadi kapan saja baik pada kecepatan tinggi atau kecepatan rendah, pada jalan aspal atau jalan rusak, selain merawat maka cara meminimalisisr pecahnya ban saat dikemudikan adalah dengan mengetahui penyebab ban pecah tersebut dan berusaha menemukan solusi mengatasi kemungkinan pecah ban ini, berikut adalah penyebab ban pecah yang harus di ketahui.

1. Ukuran pelek dan ban yang tidak sesuai

Fakta membuktikan, ban yang tidak sesuai dengan ukuran pelek (ukuran pelek lebih besar atau lebih kecil) dan dipaksakan menyebabkan beban yang disangga dinding ban terlalu berat. Akibatnya, ban seolah ditarik sehingga mudah retak, pecah, atau benjol. Beberapa akibat itu sangat rentan menjadikan ban pecah di tengah perjalanan. Oleh karena itu, gunakan ban dan pelek dengan ukuran yang sesuai. Selain itu, sesuaikanlah dengan kemampuan atau tenaga dari mobil.

2. Membiarkan tambalan yang tidak benar

Selama ini, proses penambalan ban yang dilakukan oleh para tukang tambal ban umumnya model tusuk atau string tubeless. Padahal, sejatinya, model tambal seperti itu untuk mengatasi kondisi darurat atau untuk jangka waktu sementara. Tambalan seperti ini bila dibiarkan dan saban hari bergesekan dengan permukaan jalan akan rawan bocor kembali. Pada saat itulah, udara di dalam ban akan berkurang. Pada saat tekanan angin berkurang, gesekan antara ban dengan permukaan jalan semakin keras.

3. Jarang membersihkan ukiran ban

Saran untuk rajin membersihkan ukiran ban terdengar seperti main-main dan sepele. Padahal, ban yang tidak bersih, yaitu di sela ukirannya banyak menancap kerikil kecil tajam, sangat berpotensi mengundang bahaya. Pasalnya, batu kerikil nan tajam itu sangat mungkin menusuk ban dan menimbulkan luka di permukaan ban. Padahal, di dalam dinding ban banyak sekali rajutan kawat yang berfungsi sebagai pelindung dan pembentuk konstruksi ban.

4. Ban kedaluwarsa

Tidak sedikit orang yang tergiur oleh harga murah yang ditawarkan oleh pedagang yang menjual ban, bahkan ban bermerek sekalipun. Bukan berarti harus curiga atau memvonis ban tersebut berkualitas jelek, namun ada baiknya mencermati. Sebelum membelinya, pastikan ban tersebut tidak kedaluwarsa. Caranya, bila Anda tidak paham dengan tanggal dan tahun pembuatan tanyakan pada ahli, bagaimana cara membaca kode tahun pembuatan ban.

Bahkan, bila Anda tidak yakin mintalah jaminan ke toko yang menjualnya bahwa ban tersebut tidak kedaluwarsa. Pasalnya, ban yang telah lama disimpan–meski belum pernah dipakai–dengan suhu yang tidak menentu akan menyebabkannya kering dan getas. Dinding karet getas dan rajutan kawat pun demikian. Ban seperti itu sangat rentan pecah bila digunakan.

5. Kerap melibas jalanan berlubang

Entakan demi entakan–terlebih bila sangat keras–di saat mobil melibas lubang tidak hanya menjadikan sistem suspensi amburadul. Ban pun juga akan cepat rusak. Benturan keras antara ban dengan dinding lubang jalanan akan menyebabkan rajutan kawat baja di dalam dinding ban rusak atau putus.

Bila hal itu terjadi dan mobil melesat di jalanan tol maka ban berpotensi pecah. Pasalnya, kawat yang berguna untuk melindungi dinding dan tapak ban tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, kala terjadi gesekan karet ban dengan permukaan jalan ban akan mudah terkoyak.

6. Tidak tepat memilih jenis ban

Sebagian besar pemilik mobil memilih ban sesuai dengan ban yang digunakan oleh mobil saat pertama kali mobil mereka beli. Padahal, mobil itu jenis dan peruntukannya tidak sesuai dengan saat mereka gunakan.

Ini-Kata-Toyota-Mengenai-Kalahnya-Avanza-Dari-Rush

Ini Kata Toyota Mengenai Kalahnya Avanza Dari Rush

Ini Kata Toyota Mengenai Kalahnya Avanza Dari Rush – Sempat laris manis di pasaran, mobil pribad Avanza dari produk Toyota kini telah kehilangan pamornya.

Sempat menjadi mobil terlaris dan banyak di minati, Avanza saat ini mulai tersalip oleh jenis mobil lain dari Toyota, yaitu Toyota Rush.

Baca juga: Motor Suzuki GSX-S300

Seperti tertera dalam data distribusi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada bulan Juli Rush mencatatkan penjualan tertingginya. Sepanjang bulan ketujuh itu, Toyota berhasil melego 7.365 unit Rush.

Avanza justru berada di bawah Rush dengan penjualan sebesar 6.766 unit. Segmen SUV sebut Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto memang sedang naik daun. Hal itu tentu berimbas pada Rush yang juga berada di segmen SUV.

“Untuk Rush sendiri, kami bersyukur demand masyarakat masih tinggi sehingga kami berusaha untuk terus memenuhi kebutuhan pelanggan agar pelanggan yang sudah melakukan pemesanan tidak menunggu terlalu lama untuk berkendara bersama All New Rush,” jelas Soerjo.

Penjualan Toyota sendiri juga mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan kenaikannya mencapai 87,7 persen. Sepanjang Juli, Toyota membukukan penjualan mencapai 34.984 unit.

“Peningkatan penjualan Toyota dibandingkan bulan Juni tentu karena bulan Juni kita tidak full month beraktivitas karena adanya libur lebaran. Sementara di bulan Juli ini kita sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” tuturnya.

Ini-Dia-Penyebab-Mobil-Tak-Bisa-Distarter

Ini Dia Penyebab Mobil Tak Bisa Distarter

Ini Dia Penyebab Mobil Tak Bisa Distarter – Bagi masyarakat perkotaan, terutama di kota besar, mobil seolah-olah sudah menjadi sebuah kebutuhan primer.

Mereka menggunakan mobil untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari, seperti pergi menuju ke kantor, pergi kuliah, berbelanja, atau mengantar-jemput anak-anak sekolah.

Namun, pernahkan anda mengalami suatu kejadian yang tidak mengenakkan seperti tiba-tiba mobil tidak bisa distarter, padahal anda lagi terburu-buru pergi ke suatu tempat saat itu juga?

Nah, di balik masalah itu, ternyata terdapat beberapa penyebab mobil yang tak bisa distarter. Mau tau apa saja itu penyebabnya, di bawah ini meruapakan penyebaba ataupun alasan mobil tak bisa distarter.

Baca juga: Kelebihan velg palang merk vrossi menurut biker

Kelistrikan

Ini adalah salah satu penyebab mobil tidak bisa distarter yang paling sering terjadi.Kondisi ini bisa dideteksi jika saat anda menstarter mobil anda, tetapi tidak ada arus listrik sama sekali. Bisa ditandai dengan tidak adanya bunyi starter, atau berbunyi sangat pelan dan tidak wajar.

Jika mobil anda tidak bisa distarter karena masalah kelistrikan, biasanya masih bisa dinyalakan dengan didorong.Namun perlu diingat bahwa tidak semua mobil bisa dinyalakan dengan didorong. Untuk masalah kelistrikan, anda bisa memeriksanya pada beberapa bagian. Beberapa bagian yang perlu anda periksa adalah :

Aki

Aki atau Accu adalah sumber utama kelistrikan, saat terjadi permasalahan kelistrikan, bagian utama yang perlu anda curigai adalah bagian aki.Penyebab aki tidak berfungsi bermacam-macam, namun biasanya karena aki sudah tidak layak pakai.Sudah terlalu tua atau kotor.

Kabel Sikring Utama

Setelah anda memeriksa aki namun kinerjanya normal, selanjutnya anda perlu memeriksa kabel sikring utama.Umumnya kabel sikring utama berada di dekat aki pada bagian positif.Jika kabel putus, maka harus diganti dan diperbaiki.

Socket Dan Kunci Kontak

Setelah anda memeriksa aki dan kabel sikring utama. Namun tidak menemukan kerusakan, selanjutnya anda perlu memeriksa bagian socket dan kunci kontak.

Ini bisa menjadi biang utama mobil tidak bisa distarter.Socket yang kendor bisa menjadi penyebab mobil tidak bisa distarter.

Jika anda menstarter mobil anda dan tidak ada suara dari dynamo starter sama sekali. Maka kemungkinan besar adanya gangguan pada socket dan kunci kontak.

Anda bisa memperbaikinya dengan mengencangkan dan memastikan socket dan kunci kontak dalam keadaan yang seharusnya.